cerita dari ruang kamar

cerita dari ruang kamar

Berfantasi dengan Post-Rock

dengan 10 komentar

Saya sendiri dulu tidak pernah dan tidak mau tahu apa itu post-rock. Memang saya pernah mendengar atau membaca istilah itu di beberapa sumber, namun saat itu saya berpikiran bahwa post-rock itu hanya jenis musik yang tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis rock yang lain (indie, alternative, pop, hardcore, dll). Saya hanya tahu istilahnya saja, tapi tidak pernah tahu musik jenis apa itu, siapa saja artisnya, dsb.

Sekitar sebulan atau dua bulan yang lalu, saya mencoba mencari rekomendasi musik di kaskus, karena saya sendiri sudah agak bosan dengan library musik di laptop saya. Secara tidak sengaja saya menemukan sebuah thread di kaskus yang membahas mengenai musik post-rock, ambient dan instrumental. Band-band yang dibahas disitu sangat asing bagi saya (contohnya Sigur Ros, Mono, Godspeed You! Black Emperor, Thee Silver Mt. Zion, El Ten Eleven, The Six Parts Seven). Saya kemudian mencoba mendengarkan beberapa track dari El Ten Eleven yang katanya band post-rock yang masih “ringan” untuk didengarkan. The next thing I remember is I can’t remembered anything! Agak berlebihan memang, tapi jujur saya merasa berada di alam lain ketika mendengarkan El Ten Eleven. Musiknya memang simple, tetapi tanpa ada vokal. Cocok didengarkan dalam suasana santai. Sejak saat itu saya kemudian mencari referensi band-band yang mirip dengan El Ten Eleven di Last.fm, dan bertemu dengan band-band seperti The Six Parts Seven, The Album Leaf, Akira Kosemura (ambient music), dll. Salah satu band post-rock yang menjadi inspirasi saya adalah Sigur Ros yang berasal dari Icelandic. Coba saja dengar beberapa track dari mereka, salah satunya adalah Hoppipula, dan rasakan sensainya, hehehe. Saya juga mengunduh sample lagu post-rock dari beberapa band, and I think that was great music like hell!

Dengan berbekal pengetahuan musik post-rock yang masih seadanya, saya memberanikan diri untuk datang ke gigs salah satu band post-rock Indonesia, Marche de la Void bersama teman-teman dari thread post-rock kaskus. Salah satu quote yang pernah saya baca bahwa

“mendengarkan musik post-rock dapat membuat kamu orgasme berkali-kali”

Jujur saja, teman sebelah saya saat menonton gigs Marche de la Void bertingkah seperti orang kesurupan, atau lebih tepatnya orang yang sedang sakau. Merokok, headbanging sambil menutup mata. Mungkin dia lagi merasakan orgasmenya, hehehe. Saya sendiri belum sampai ketahap tersebut, untungnya.

Explosion in  the Sky dan Mono menjadi band post-rock berikutnya yang saya dengar di laptop. Musiknya menghipnotis, membuat kita merasakan bagaimana hidup seorang diri di dunia ini. Coba dengarkan Mono, band asal Jepang, sambil mengurung diri dikamar yang gelap dan saat sedang galau, tanpa arah. Atau kalau mau yang lebih ekstrim, dengarkan Godspeed You! Black Emperor dan Thee Silver Mt. Zion. Saya sendiri tidak pernah mencobanya, dan saya tidak mau bertanggung jawab apabila kamu mencobanya. Kalau mau yang menenangkan, coba saja dengarkan Sigur Ros, sangat-sangat membuat kita relaks dan terkadang sedih. Jangan lupa juga untuk menonton DVD dokumenter konsernya Sigur Ros di kampung halamannya yang berjudul Heima, sangat menenangkan sekali.

Sigur Ros in Heima

Kalau mau tahu info lebih lanjut apa itu post-rock, coba berkunjung ke sini, sini, dan sini. Tiga sumber post-rcok yang cukup lengkap menurut saya.

Enjoy!

Ditulis oleh irwan

April 4, 2010 pada 12:46

Ditulis dalam Music

Dikaitkatakan dengan , ,

10 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. kalo ditanya musik apa yang bisa bikin saya trance, saya bingung jawabnya. yang pasti akhir-akhir ini selera musik saya retro.

    jarang banget ada band-band baru yang bisa “masuk” ke playlist saya. sekarang sedang menggilai the beatles, lagu-lagu reggae, blues, folk songs, sama jazz aliran-aliran pasca new orleans. yang suara piano, bass, sama sax-nya masih mendominasi dan drummernya cuma ngasih ketukan “ck css”. :mrgreen:

    morishige

    April 4, 2010 pada 13:27

    • favorit saya diera itu cm sang godfather, Bob Dylan. atau jaman psychedelic, the doors dan sweet home alabama-nya lynyrd skynyrd. beuh, adem banget rasanya mendengarkan lagu2 tersebut sambil mengendarai mobil di gurun-gurun amerika layaknya seorang hippie :D

      irwan

      April 4, 2010 pada 14:09

      • Bob Dylan sih saya masih lumayan suka; lirik-lirik satirnya kadang bikin senyum kadang bikin merenung.

        the doors juga gak ada matinye. sekilas terdengar sederhana, naif, tapi kalo dinyanyiin, apalagi dimainin, susah juga. hehe..

        omong2 soal psychedelic saya baru denger satu band beraliran itu, The Ultimate Spinach. buset dah musiknya suram. serem juga ternyata perpaduan antara folk, rock-blues, dan jazz. :mrgreen:

        morishige

        April 4, 2010 pada 14:34

  2. the doors itu emang terkenal dengan musiknya yang rumit, terkadang disatu lagu kita sedang santai terbawa musiknya yang lembut tiba2 saja musiknya terjun bebas jadi ngebeat, seperti berubah aliran, hehehe. makanya pas jim morrison koit, the doors udah ga ada lagi.

    kalau the ultimate spinach saya belum dengar. kalau mau, coba dengerin MGMT album congratulations. band jaman sekarang dengan musik yang psychedelic banget.

    jadi inget konser di woodstock, dimana setiap orang bebas (dalam arti yang sebenarnya). mau mabok boleee, gak pake baju juga bolee, hahaha :mrgreen:

    irwan

    April 4, 2010 pada 15:29

    • udah pernah nonton film “The Doors” keluaran tahun 1991? setelah nonton film itu musik2nya The Doors, bagi saya, makin kedengeran suram dan rumit.

      oke dah gan. menuju TKP. MMGT album congratulations.

      Indonesia ntar lagi juga bisa punya woodstock. kan udah dirintis sama Soundrenaline. :mrgreen:

      morishige

      April 4, 2010 pada 16:17

      • bukan MMGT gan, tapi MGMT. jangan sampe salah, soalnya album pertama mereka bukan psychedelic, tapi lebih ke electronic gitu :D

        irwan

        April 4, 2010 pada 19:52

  3. Salah ketik gan tadi. :mrgreen:

    Pantesan, saya donlotnya album pertama, yang oracular spectacular, rada-rada lain. yang Congratulations katanya masih belum dirilis. gimana sih benernya? apa lagunya udah ada yang bocor?

    morishige

    April 4, 2010 pada 21:25

    • apa sih yang ga ada di kaskus? album belum rilis aja udah ada linknya di kaskus :p
      ini linknya gan :D
      http://www.mediafire.com/?kzzwgqkfug4

      oya di album ora-specta ada track yang enak lho, seperti kids dan juga time to pretend :D

      irwan

      April 4, 2010 pada 22:49

      • bener juga ya, apa sih yang nggak ada di kaskus? :mrgreen:

        menuju tekape gan. :D

        time to pretend tuh katanya yang paling sering dijadiin OST film. emang enak dan “soundtrack” banget sih lagunya. :D

        morishige

        April 5, 2010 pada 04:37

  4. wew… ada yang ngereview post-rock, saya juga termasuk penggemar post-rock newbie. saya sudah pernah mendengar lagu-lagu setipe ini tapi tidak pernah tahu tergolong ke aliran musik apa, sehingga cukup sulit untuk mencari tahu

    hingga akhirnya saya ingin mencari suatu hal yang baru, berawal dari jenis musik ambient, bertemulah saya post rock, mirip dengan cerita bro di awal, yaitu di kaskus :)

    empe

    April 18, 2011 pada 21:32


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.